Mudik Bareng BEM Unair, Jumlah Peserta Naik Tiga Kali Lipat

News, Humas UA, 28-09-2009


Kampus B - Warta Unair

Betapa senangnya jika kita bisa menikmati mudik bareng bersama teman-teman untuk berlebaran di kampung halaman. Inilah yang dicoba untuk diakomodir oleh BEM Universitas Airlangga dalam acara mudik bareng tahun ini. Ya, event tahunan yang selalu diadakan oleh BEM Unair ini kembali dilakukan tahun ini. Mudik bareng ini adalah event mudik bareng ketiga yang diadakan oleh BEM Unair. Dan jumlah peserta yang mengikuti mudik bareng tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Jika tahun lalu jumlah mahasiswa Unair yang mengikuti mudik bareng mencapai 240 peserta, tahun ini jumlah tersebut naik tiga kali lipat. Presiden BEM Unair, Ahmad Faiz Khudlarie Toha mengatakan tahun ini jumlah peserta mudik bareng mencapai lebih dari 600 orang. Tahun ini bis yang digunakan untuk mudik pun bertambah dua kali lipat dibanding tahun lalu. Jika tahun lalu BEM Unair hanya mampu menyediakan enam bis, tahun ini jumlah bis bertambah menjadi 12 bis.

Mudik bareng BEM Unair tahun ini melayani sejumlah rute. Kedua belas bis tersebut melayani 12 rute. Baru dibuka awal ramadhan lalu, kuota mudik bareng BEM Unair ini cepat terpenuhi. Bahkan seminggu sebelum penutupan registrasi tanggal 11 September lalu, jumlah kursi yang disediakan sudah habis. Tentu tak sedikit mahasiwa Unair yang kecewa saat diberi tahu panitia bahwa kuota sudah terpenuhi. Novita, salah satu mahasiswa FSAINTEK pun terpaksa mengurunkan niatnya untuk mengikuti mudik bareng BEM Unair. “Sudah penuh. Masuk waiting list, namun tidak tahu bisa berangkat atau tidak,”ujarnya kepada Warta Unair.

Mudik bareng BEM Unair ini memang istimewa, karena selain harganya yang cukup terjangkau, hanya 30 ribu per penumpang untuk tujuan Kediri, dan 60 ribu rupiah untuk tujuan Semarang para peserta mudik bareng juga mendapat sejumlah fasilitas diantaranya adalah kaos mudik bareng, snack dan minum. Untuk 165 pendaftar pertama mereka juga memperoleh gratis voucher Indosat 50 ribu rupiah. Dengan biaya itu, mereka juga sudah mendapatkan fasilitas bis sekelas pariwisata dan tentu saja ber AC. Itulah yang membuat banyak mahasiswa ingin ikut serta dalam mudik bareng BEM Unair ini.

Ahmad Faiz mengatakan pihaknya memang tidak bisa menambah bis lagi meski
banyak calon peserta yang masuk ke dalam waiting list. Sebab selain harga sewa bis yang melambung tinggi, terutama saat mendekati lebaran tahun ini, ia juga tidak bisa menambah bis jika jumlah peserta yang masuk waiting list tidak memenuhi kuota kursi yang tersedia dalam satu bis. “Kami mohon maaf, namun inilah upaya maksimal yang kami lakukan. Mudah-mudahan tahun depan bisnya bisa lebih banyak lagi,”ujar Faiz.

Keceriaan mudik bareng memang terasa saat Warta Unair meliput detik-detik keberangkatan mudik bareng. Ginanjar, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unair yang mengikuti mudik bareng mengatakan ia cukup senang dengan adanya program ini. Sebab selain mendapatkan sejumlah souvenir dan snack, ia juga bisa pulang dengan nyaman. "Lumayan hemat buat mahasiswa, memang sih harganya relatif sama jika kita naik bus dari terminal, tapi daripada harus berdesak-desakan di terminal, mending ikut mudik bareng ini,"ujar mahasiswa asal Blitar ini. Tri Anggraini, salah satu peserta juga mengungkapkan hal serupa. Untuk perjalanan mudiknya ke Semarang, ia cukup merogoh kocek 60 ribu rupiah. Memang sedikit lebih mahal dari tarif harga normal namun ia mengaku puas karena mendapatkan fasilitas lebih. Dan yang paling penting ia bisa pulang bersama dengan teman-temannya.

Rombongan mudik bareng ini diberangkatkan sekitar pukul 08.15. Rektor Unair, Prof. Dr.H.Fasich didampingi oleh Direktur Kemahasiswaan dan Direktur Pendidikan turut melepas para mahasiswa yang hendak mudik bareng ini. Kedua belas bis yang disiapkan akan menempuh rute menuju ke Madiun, Magetan, Trenggalek, Banyuwangi, Lumajang, Kediri, Jogja, Semarang, Blitar, Madura, Nganjuk dan Bojonegoro. Presiden BEM Unair, Ahmad Faiz mengatakan tiga dari 12 bis yang tersedia merupakan hasil kerjasama dengan Indosat dan selebihnya adalah swadaya dari mahasiswa. Ia berharap tahun depan mudik bareng ini bisa terselenggara lagi dengan jumlah bisa yang lebih banyak dan harga yang lebih murah.


 
 

 

Warta Unair

Dorong Pelaku Usaha Mikro Berinovasi

REKTORAT, WARTA UNAIR – Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015, pelaku usaha mikro perlu dipersiapkan untuk memperhatikan...

 
Read more

Agenda 02-09-2014