KKN Unair Diikuti 30 Mahasiswa Thailand

News, PIH Unair, 25-01-2013

Kampus C – Warta Unair

Universitas Airlangga senantiasa tetap menjaga dan meningkatkan sikap empati dan keperdulian mahasiswanya terhadap masyarakat dan problematikanya. Hal itu diwujudkan dengan dilaksanakannya Kuliah Kerja Nyata - Belajar Bersama Masyarakat (KKN-BBM) yang tahun ini merupakan angkatan ke-47. Yang istimewa pada KKN-BBM ke-47 ini, selain diikuti 1.274 mahasiswa Unair juga terdapat 30 orang mahasiswa Chulalongkorn University (CU) Thailand, turut serta “blusukan” di lokasi KKN di lima daerah di Jawa Timur.

Mahasiswa peserta KKN-BBM itu telah dilepas oleh Rektor Unair Prof. Dr. H. Fasich, Apt., dalam upacara di Gedung Airlangga Convention Center (ACC) kampus C Mulyorejo, Senin (14/1) lalu, yang juga dihadiri Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini, dan Ketua Yayasan Daya Mandiri Prof. Dr. Haryono Suyono (mantan Menteri Kependudukan dan Ketua BKKBN Pusat).

Walikota Surabaya hadir langsung dalam pemberangkatan KKN Unair ini, karena Kota Surabaya merupakan lokasi yang paling banyak diterjuni peserta KKN, yaitu 374 mahasiswa. Empat lokasi KKN-BBM lainnya adalah Bojonegoro 346 orang, Kab. Sidoarjo 250 orang, Kab. Sampang 175 orang, dan Kab. Probolinggo 129 orang mahasiswa. Sedangkan khusus 30 mahasiswa asal Muangthay itu dipecah dalam tiga daerah, yaitu Sidoarjo, Probolinggo, dan Bojonegoro, masing-masing 10 mahasiswa.

Kesertaan mahasiswa Thailand ini berkat kerjasama antara Unair Surabaya dengan Chulalongkorn University Thailand dibawah naungan ASEAN University Network (AUN). Program Youth Exchange ini merupakan salah satu kesempatan bagi mahasiswa ASEAN yang didaulat sebagai embrio untuk menjalankan sebuah negara dalam kegiatan bertema ”ASEAN Youth & The Evolving Regional Architecture”.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unair, Dr. Djoko Agus Purwanto, M.Si., Apt., mengatakan, visi-misi KKN-BBM ke-47 ini tak jauh dari tema KKN sebelumnya, yaitu ”Membantu Mewujudkan Swadaya Masyarakat di Bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Lingkungan”. Karena itulah dalam KKN-BBM sebelumnya peserta KKN berhasil mengentas ratusan masyarakat di Kota Surabaya yang buta huruf menjadi “melek” calistung (baca-tulis dan berhitung).

”Di Probolinggo kita juga berhasil memberdayakan masyarakat menjadi petani jamur serta sistem beternak sapi yang baik dan benar,” kata dosen Fak. Farmasi Unair itu. Untuk itu peserta KKN diharapkan tidak hanya memberikan sharing belajar bersama untuk pengetahuan yang baru, tetapi juga mengajarkan cara berpikir dan paradigma baru tentang pendidikan, mengatasi persoalan kesehatan, perekonomian, dan lingkungan hidup di masyarakat. Intinya membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat.

Dengan KKN-BBM diharapkan meningkatkan empati dan keperdulian mahasiswa terhadap masyarakat, selain juga untuk menerapkan kemampuan baik hard skill dan soft skill yang didapat di kampus, menanamkan nilai kepribadian, nasionalisme, meningkatkan daya saing, dan menanamkan jiwa eksploratif dan analitis bagi mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin bangsa.

KKN Sangat Membantu

Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini dalam sambutannya juga menyatakan terima kasih kepada Unair, sebab dari kerjasama ini telah memberikan bantuan SDM untuk pemberdayaan masyarakat Kota Surabaya. Ia berterus terang bahwa KKN mahasiswa ini sangat membantu tugas aparat PNS Pemkot yang jumlahnya sudah ”defisit”, sebab rata-rata tiap tahun terdapat 800 sampai 900 pegawai yang pensiun tetapi rekruitmennya hanya antara 100 sampai 200 pegawai baru/tahun.

”Ketika saya menjadi Walikota di Pemkot terdapat 21.000 PNS, tetapi sekarang tinggal 17.000 orang PNS saja. Padahal kita harus meningkatkan mutu pelayanan, sehingga terus terang kami keteteran. Karena itu dengan adanya KKN mahasiswa Unair ini kami sangat merasa dibantu,” kata Walikota.

Sementara itu Prof. Dr. Haryono Suyono, Ketua Yayasan Daya Mandiri, juga menyampaikan pesan kepada peserta KKN Unair hendaknya mahasiswa bisa bersikap bagai ”multimurposis”. Maknanya, ketika berada di lokasi KKN hendaknya bisa membaur dengan masyarakat, lalu menyediakan ”tempat yang baik bagi ulat-ulat untuk menjadi kepompong” yaitu mengajari dan membangun pos-pos sumberdaya bagi pengembangan masyarakat dalam beberapa bidang. Kemudian isilah pos-pos daya itu dengan berbagai hal positif baik pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan, sehingga suatu saat ketika sudah berubah menjadi “kupu-kupu” mereka akan menjadi kupu-kupu yang lebih indah dan lebih bagus.

Sedangkan Rektor Unair Prof. Fasich, berpesan agar peserta KKN hendaknya lebih fokus dan lebih baik, sebab apapun hasil KKN tahun ini akan dijadikan tonggak bagi KKN berikutnya. Apalagi KKN mahasiswa Unair tahun ini juga diikuti oleh mahasiswa Thailand,  artinya sudah menarik minat kerjasama dengan mahasiswa asing. Untuk itu diharapkan menghasilkan karya KKN dan pengabdian masyarakat ini secara lebih baik, sehingga suatu saat mahasiswa Unair juga berkesempatan ikut melaksanakan KKN di Thailand.

Dalam pesannya, Rektor berharap peserta KKN juga bisa memberikan penjelasan dan sosialisasi mengenai SNM-PTN, sebab dalam penerimaan tahun 2013 ini mengalami transisi baru (perubahan). Hal ini ditegaskan karena masih banyak masyarakat yang masih ragu, masih bingung, dan belum jelas tentang sistem penerimaan mahasiswa baru di PTN ini.

”Jangan malah memberi beban masyarakat di pedesaan, tetapi bantulah mereka mengatasi segala permasalahannya. Kalau tidak paham konsultasikan dulu dengan dosen pembimbing lapangan, sehingga tidak keliru dan memperkeruh permasalahan,” demikian Rektor. bes

Teks foto:

BES/Warta Unair

Walikota Surabaya Ir. Tri Rismaharini memberikan ucapan selamat kepada peserta KKN-BBM Unair angkatan 47, terutama yang akan berkarya di Kota Surabaya.

 
 

 

Warta Unair

Dies Natalis Unair Ke-60 Bagikan 6060 Bibit Tanaman Produktif Pecahkan Rekor Muri

Kampus C – WARTA UNAIR

Universitas Airlangga pada usianya yang ke-60 mendapatkan kado dari Museum Rekor Dunia Indone...

 
Read more

Agenda 22-10-2014