Kiprah Internasional, Lulus Berprestasi

Profil, humas_ua, 04-04-2011

Bagi Gracia Paramitha, tenggat waktu adalah pengasah diri yang baik, tidak boleh dipandang sebagai momok. Adanya batasan waktu membuat kapasitas seseorang muncul, karena dalam kondisi tersebut bisa dilihat bagaimana seseorang menggunakan waktunya seefisien dan seefektif mungkin. Mahasiswi Hubungan Internasional angkatan 2007 ini membuktikan kapasitasnya dengan berhasil lulus dalam waktu studi hanya 7 semester dan IPK Cum Laude (3,67). Hebatnya lagi, selama masa studi yang singkat itu ia mampu memanfaatkannya juga untuk berkiprah di misi penyelamatan lingkungan tingkat Internasional.

Mawapres FISIP 2008 ini memang memiliki latar belakang pecinta lingkungan hidup. Tahun 2002 ia pernah dinobatkan sebagai Putri Lingkungan Hidup oleh Kementrian Lingkungan Hidup, dan dikirim menjadi delegasi Indonesia untuk Millennium Kids International Environmental Children Conference di Perth, Australia. Dari situlah semangatnya untuk mendedikasikan diri pada lingkungan terus terpacu. Kesibukan kuliah pun tidak membuat semangatnya ini putus dan menunda keaktifannya di bidang lingkungan hidup.

Gracia juga pernah menjadi trainer termuda dalam Project Management and Leadership Training on Climate Change yang diselenggarakan oleh British Council tahun 2008 lalu. Prestasinya ini lalu membuka jalan untuk kiprah internasional selanjutnya, yaitu menjadi delegasi Indonesia untuk United Nations Framework Convention on Climate Change, di Copenhagen, Denmark tahun 2009. Selain itu, masih banyak lagi kegiatan dengan semangat save earth baik di dalam dan luar negeri, dalam skala apapun, yang diikutinya. 

“Kalau ada yang bilang “Music is My Life”. Ya sama seperti itu, “Environment is Part of My Life”. Jadi segala sesuatu yang aku kerjakan kebanyakan ujung-ujungnya ya untuk lingkungan,” ungkap mahasiswi yang lulus dengan skripsi berjudul “Green Diplomacy, Politik Luar Negeri Indonesia dalam Menyukseskan Green Diplomacy PBB”. Gracia tidak hanya membuatnya menjadi slogan tanpa makna, tapi diaplikasikan di hidupnya, dimulai dari dirinya sendiri.

Contoh yang patut ditiru adalah Gracia mulai menerapkan penghapusan jejak karbon pribadinya, yaitu setiap 10-20km berkendara dengan kendaraan bermotor, harus menanam satu pohon. Untuk mengkampanyekan ramah lingkungan, ia juga banyak menulis di blog pribadinya di www.amazinggrace.blogspot.com. Kemampuan menulis Gracia tidak diragukan, karena ia banyak mencicipi dunia jurnalistik, misalnya menjadi reporter majalah sekolahnya sejak SMP, menjadi penulis Deteksi Jawa Pos, Pimpinan Redaksi IRISH (majalah di HI), hingga menjadi reporter untuk Prospect of European Union-Indonesia Relations yang diselenggarakan oleh Kemenlu RI.

Dengan begitu banyaknya kegiatan, Gracia mengaku tidak pernah kewalahan atau kurang tidur. “Ketika ditekan waktu, disitulah kapasitas orang muncul. Aku sendiri menyiasatinya dengan mendisiplinkan diri. Yang harus dilakukan adalah memanajemen waktu dan mematuhi manajemen yang sudah dibuat sendiri itu,” ujar mantan presenter JTV ini. Buat Grace, kuliah tidak boleh sekedar kuliah, apalagi sekarang banyak kemajuan teknologi yang makin mempermudah, dari soal kehadiran, jarak, dan waktu sudah lebih longgar. “Kuliah itu kan nantinya untuk kembali ke masyarakat, jadi sambil kuliah kita perlu mendekatkan diri dengan realitas di luar kuliah itu tadi,” pesannya.

Berhubungan dengan dunia luar kampus, menjadi modal plus untuk masa depan seorang mahasiswa. Ketika banyak sekali lulusan sejenis meningkat, maka kualitas dituntut meningkat juga. “Apa yang terjadi kalau kita nggak punya kapasitas yang cukup? Karena itu kita butuh gali potensi diri secara maksimal,” jelas mahasiswi yang pernah menjadi sekretaris di HIMA HI ini. Untuk perempuan, tapi sebenarnya bisa diaplikasikan juga untuk laki-laki, menurut Grace tidak cukup hanya ada 3B. “Selain beauty, brain, dan behavior, kita juga butuh brand personality. Sesuatu yang melekat di diri kita, supaya kita beda dan selalu diingat orang karena identiknya itu,” jelasnya. Mulai bangun brand diri dari sekarang, karena masih seperti kata Grace, seseorang butuh menonjolkan kelebihan diri untuk masa depan yang baik.

Saat ini, bahkan sebelum kelulusannya, putri pertama dari Pantja Djati dan Wahju Astjarjo Rini ini sudah dikontrak oleh British Council sebagai trainer dan fasilitator untuk Climate4classroom wilayah Jawa dan Sumatera. Cita-citanya, ia ingin menjadi semacam duta atau diplomat yang menangani masalah lingkungan hidup.

Selain itu ia juga punya mimpi untuk mendirikan yayasan sosial, seperti rumah belajar yang mengenalkan generasi muda tentang lingkungan hidup dan bagaimana seharusnya berdampingan dengan alam. “Nggak cuma anak sekolahan, tapi bisa semua orang, termasuk yang minor. Kunci memajukan suatu bangsa kan lewat pendidikan, aku ingin mengangkat mereka lewat pendidikan lingkungan hidup, karena harus disadari sekarang, bahwa permasalahan lingkungan mutlak harus diantisipasi semua orang. Isu ini sangat multiefek,” pungkasnya.

 
 

 

Warta Unair

Dies Natalis Unair Ke-60 Bagikan 6060 Bibit Tanaman Produktif Pecahkan Rekor Muri

Kampus C – WARTA UNAIR

Universitas Airlangga pada usianya yang ke-60 mendapatkan kado dari Museum Rekor Dunia Indone...

 
Read more

Agenda 21-09-2014