Berawal dari Keisengan, Usia 20 Sudah Jadi Presiden.

Profil, humas_ua, 04-04-2011

Sekilas melihat penampilannya, pasti orang akan menganggapnya remaja biasa. Seperti layaknya mahasiswa seumurannya, sehari-hari ia beraktivitas menuntut ilmu di bangku kuliah. Namun siapa sangka, pemilik nama lengkap Muhammad Reza Widodo ini sudah menjabat sebagai President of International Board of the Asian Law Students Association (ALSA), periode 2010-2011.
   
ALSA sendiri merupakan organisasi mahasiswa jurusan hukum di wilayah Asia. Sekarang ini, ALSA terdiri dari 12 negara anggota yaitu China, Hong Kong, Indonesia, Jepang, Korea, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Bangladesh. Indonesia termasuk perintis dari organisasi yang sudah berdiri sejak tahun 1989 ini. Sekitar 100 Universitas telah menjadi anggota ALSA, 12 diantaranya universitas negeri di Indonesia termasuk Universitas Airlangga.
   
Lalu bagaimana pemilik sapaan akrab Reza ini, bisa terpilih sebagai Presiden ALSA ?  Sebagai pemimpin organisasi yang membawahi 12 negara anggota tersebut,  Reza pasti telah melalui tes yang baru saja diselenggarakan di Seoul, Korea Selatan, awal bulan Agustus kemarin.

“Saya menjadi calon tunggal dalam pemilihan kemarin, awalnya ada kompetitor perwakilan dari Hongkong, tapi karena suatu hal ia mengundurkan diri di detik-detik terakhir. Tidak mudah untuk mencapai posisi ini, saya harus bisa menjabarkan visi dan misi dengan meyakinkan, kemudian setelahnya diadakan voting. Alhamdulillah saya bisa terpilih,” ujar alumni SMAN 1 Sidoarjo ini menjelaskan.

Dengan jabatan barunya ini, Reza harus membawahi enam officer atau jabatan lainnya, yang dipegang oleh anggota dari berbagai negara. Belum lagi menjalankan program-program yang dimiliki oleh ALSA, antara lain ALSA Conference dan Forum, Study Trip serta ALSA International Academic Program.

“Saya nggak menganggap ini sebagai kesibukan, karena menurut saya semua yang saya jalani ini menyenangkan. Awalnya saya iseng-iseng ikut konferensi pemuda di luar negeri. Tujuannya ingin memperdalam skill bahasa Inggris, tidak tahunya saya jadi ketagihan karena jauh lebih banyak yang didapat,” tutur remaja yang fasih berbahasa inggris dan perancis ini.

Diakuinya, dengan bertemu orang dari berbagai negara, Reza jadi punya kesempatan untuk mempelajari bagaimana pola pikir dan etos kerja di negara tersebut. “Jadi tahu kalau di luar negeri, contohnya di Singapura, jarang ada konflik sosial dalam sebuah organisasi. Semua bisa bekerja dengan profesional dan tepat waktu,” ungkapnya. Hal ini juga berlaku dalam sistem pendidikan.

”Jujur sih, agak iri sama sistem pendidikan di luar negeri. Di sana, semuanya serba aplikatif, nggak banyak teori. Tapi jangan salah, tugas paper yang diberikan juga banyak sekali. Hebatnya, di luar (negeri) mahasiswanya jarang ada yang bolos kuliah, padahal disana nggak ada lho yang namanya perhitungan jatah absen maksimal,” imbuhnya sambil tertawa.

Untuk setahun ke depan, Reza ingin bisa membawa ALSA lebih baik lagi. Meskipun waktunya banyak tersita, namun rupanya urusan akademik tetap jadi perhatian utamanya. ”Target saya bisa lulus kuliah 3,5 tahun. Alhamdulillah saat ini IPK juga masih di atas 3,” tukasnya.

Uniknya, penghobi olahraga renang ini justru sebenarnya memiliki cita-cita terjun ke dunia penerbangan. ”Ada dua hal yang membuat saya tertarik, pertama adalah passion in language, itulah kenapa saya suka sekali belajar bahasa. Yang kedua, passion in aviation, saya ingin sekali bisa jadi penerbang,” ujar Reza yang baru berusia dua puluh tahun bulan September tahun ini.

Tanpa bermaksud menggurui, Reza berharap teman-temannya tidak hanya sekedar kuliah. ”Rasanya kurang lengkap kalau cuma kuliah. Lebih baik ikut organisasi atau kompetisi, nanti akan membuat kita bisa membuka mata, bahwa dunia tidak selebar kota Surabaya. Ilmu bisa didapat dari banyak tempat. Yang paling penting kita bisa belajar menjalin networking yang berguna di masa mendatang,” ucapnya.

 
 

 

Warta Unair

Agar Bioproduk Diterima Dan Diakui

ITD - WARTA UNAIR

Sebuah riset dapat diterima masyarakat dan pusat riset nasional serta internasional jika dilaksanakan se...

 
Read more

Agenda 19-12-2014