Jangan Lupakan Doa, Usaha, dan Restu Orang Tua !

Profil, humas_ua, 25-02-2010

Vicky Vendy mahasiswa program studi akuntansi angkatan tahun 2007 Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya adalah anak ketiga dari sembilan bersaudara. Siang hari ayahnya bekerja sebagai supir angkutan umum, sedangkan malam hari bekerja sebagai pedagang ban bekas mobil. Ibunya membuka warung kecil untuk berjualan. Uang hasil kemenangannya pada berbagai kompetisi itu bahkan pernah dipinjam ibunya untuk modal usaha.

Ia adalah satu-satunya anak yang berkuliah dalam keluarganya. Mahasiswa yang mengaku ingin menjadi dosen ini mendapat beasiswa dari Departemen Agama. Ia berasal dari Sekolah Menengah Atas (SMA) Pesantren Nurul Huda. Ustadnyalah yang mendorong Vicky mengikuti tes beasiswa. Ketua Assosiation of Syaria Economics Studies (AcSES) ini mengaku kunci keberhasilannya adalah doa, usaha, dan restu orang tua.

Ia mengaku motivasinya selama ini adalah ingin menjadi teladan bagi orang lain khususnya adik-adiknya. Tiap kali menang ia selalu memajang piala di ruang tamu agar bisa dilihat oleh adik-adiknya.

Mahasiswa dengan Indek Prestasi Kumulatif (IPK) 3,57 ini meraih juara I Olimpiade Akuntansi Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Padjadjaran Bandung (15-18/2). Olimpiade diikuti oleh 33 tim yang berasal dari 23 universitas di Indonesia. Soal, debat, analisis kasus dan cerdas cermat mampu ia lewati bersama dua anggota timnya yaitu Lisa Imawati dan Jocelin Go. “Anggota tim yang solid dan punya spesifikasi tersendiri sehingga saling melengkapi merupakan kunci sukses meraih juara,” kata mahasiswa yang ingin mendapat beasiswa Strata-2 di luar negeri ini.

Ia mengaku bahwa mengikuti olimpiade lebih sulit dibandingkan membuat karya tulis karena ilmu yang harus dipelajari lebih luas. Satu minggi adalah waktu persiapan bagi Vicky untuk belajar, sedangkan dua anggota timnya yang lain melakukan persiapan selama satu bulan.

Vicky bersama Fickar Ardana meraih Juara I Lomba Karya Tulis ilmiah (LKTI) nasional Universitas Hasanuddin Makassar (4-6/2). Tema LKTI kali ini mengenai akuntansi forensik, materi ini memadukan akuntasi dengan hukum. Tema tersebut tergolong sulit untuk mahasiswa S-1 karena hanya di ajarkan pada mahasiswa S2 sehingga karya tulis yang terkumpul hanya lima saja.

“Optimalisasi Peran Akuntan Forensik dalam Meminimalisir Praktek Money Laundering di Indonesia” merupakan judul karya tulisnya. Ia menulis tentang akuntasi forensik sebagai tahap lanjut audit untuk menginvestigasi kejahatan keuangan sehingga bisa digunakan sebagai bukti dipengadilan. Selama satu minggu ia dan Fickar mencari studi literatur di internet dan mengoreksi tulisannya kembali. Hasil dari karya tulis ini bisa menjadi masukan bagi pemerintah untuk mengembangkan akuntansi forensik.

Lawan yang paling kuat berasal dari Universitas Widya Mandala karena tim mereka adalah asisten dosen. “Karya tulis ini sempat dinilai kurang bagus oleh juri, namun ternyata waktu presentasi kami bisa menjelaskan dengan baik sehingga mendapat juara I,” kata Vicky.

Prestasi Yang Pernah Diraih :
1. Juara I Olimpiade Akuntansi Nasional, National Accounting Week (NAW), FE Universitas Padjadjaran, Bandung (2010)
2. Juara I Call for Paper Akuntansi Nasional (4th Accounting Days), FE Universitas Hasanuddin, Makassar (2010)
3. Juara I Olimpiade Akuntansi Nasional, Brawijaya Accounting Fair (BAF), FE Universitas Brawijaya, Malang (2009)
4. Juara II Call for Paper Ekonomi Islam Nasional, Economic Week (E-Week), FE Universitas Airlangga, Surabaya (2009)
5. Finalis Lomba Karya Tulis Ekonomi Islam Nasional, Temu Ilmiah Nasional FoSSEI, FE Universitas Udayana, Denpasar, Bali (2009)
6. Juara I Olimpiade Ekonomi Islam Internal, Sharia Economic Competition (SEC), AcSES, FE Universitas Airlangga, Surabaya (2009)

 
 

 

Warta Unair

Dies Natalis Unair Ke-60 Bagikan 6060 Bibit Tanaman Produktif Pecahkan Rekor Muri

Kampus C – WARTA UNAIR

Universitas Airlangga pada usianya yang ke-60 mendapatkan kado dari Museum Rekor Dunia Indone...

 
Read more

Agenda 01-11-2014