Prof. Dr. Latief Mooduto, drg., MS., SpKG

Guru Besar, , 01-01-2007

Guru Besar Ilmu Konservasi Gigi / Kedokteran Gigi

Pengukuhan : --, Kerusakan Tulang Rahang Akibat Penyakit Pulpa Gigi

Membuat Unair Dibutuhkan Masyarakat


FKG, Kampus A. “Sebagai alumni, bagi saya Airlangga adalah kebanggaan. Universitas yang punya nama. Dari kelas 3 SMA dulu, yang menancap di diri saya hanyalah Unair. Saat itu, ada banyak gambaran tentang Unair, apalagi FKG sebagai salah satu Fakultas tertua,” papar Prof. Dr. Latief Mooduto, drg., MS., SpKG.

Pria kelahiran Gorontalo ini berujar, bahwa di tahun 1970 an, cukup menjadi mahasiswa Unair saja sudah bangga. Saat pulang kampung, dengan bangganya saya memakai jaket almamater milik Unair. Yang menarik, Prof. Latief mengaku bahwa selepas SMA ia sempat menganggur selama 1 tahun, hanya dikarenakan terlambat saat mendaftar kuliah. “Dulu, naik kapal laut dari tempat saya perlu waktu lama, dan transportasi tidak mudah seperti sekarang ini. Untuk mengisi kekosongan, saya sempat di ABA (Akademi Bahasa Asing, red.). Dan akhirnya, saya merasa bahwa FKG adalah jodoh saya,” tutur pengenyam kursus endodontik yang satu ini.

Ditanya soal mahasiswa, Prof. Latief langsung teringat akan masa mudanya. “Jaman saya kuliah, perpustakaan selalu penuh dan ramai. Bahkan ada yang dapat jodoh di perpustakaan,” ungkapnya sambil tersenyum. Menurut Prof. Latief, perpustakaan biasa tutup pukul 9 sampai 10 malam. Namun, para mahasiswa tetap bertebaran di kampus. Mereka mencari tempat yang terang untuk melanjutkan belajarnya. Bahkan, sudah siap jaket, kaos kaki, hingga obat nyamuk.

“Iklim belajar saat itu sungguh menyenangkan. Namun sekarang sudah tidak ada lagi. Mungkin karena semua sudah difasilitasi, sehingga mahasiswa merasa lebih mudah,” ujar wisudawan terbaik Unair tahun 2001 ini. Menurutnya, pada intinya tetap sama. "Mahasiswa dulu dan sekarang sama kok. Hanya saja, keberadaan fasilitas mereka sekarang ini lebih menonjol," imbuhnya. Karena itu, keberadaan mahasiswa brilian, harusnya bisa lebih terasah.

Mengenai perjalanan Unair sendiri, Prof. Latief menilai bahwa Unair harus fokus pada keunggulannya. Lebih menyangkut tentang seberapa jauh peran Unair dalam prestasi ilmiah. “Saat ini kita memang masih kurang, sehingga belum menjadi parameter. Masyarakat sebagai stake holder, perlu untuk diikutsertakan. Adapun jalannya, bisa melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi,” terang pemilik Satya Lencana Karya Satya yang satu ini.

Lebih jauh, Prof. Latief menjelaskan bahwa kita harus mampu membuat masyarakat merasa butuh akan keberadaan Unair. “Bagaimana merangkum agar kita peka terhadap pendidikan, berjiwa sosial, dan punya nilai ekonomis bagi masyarakat,” imbuh Prof. Latief. Untuk itu, disarankan agar Unair lebih memaksimalkan keberadaan KKN (Kuliah Kerja Nyata, red.). Selain itu, Unair juga harus memiliki aneka program yang menuntut kita senantiasa bekerja di lapangan. Terbiasa untuk terjun langsung ke masyarakat.

Misalnya, melalui aksi pengobatan cuma-cuma, perawatan dan pemeriksaan gigi, serta penyuluhan tentang pola makan. “Kita rangsang mahasiswa untuk melakukan kegiatan sosial. Di RS Gigi dan Mulut Unair, kita juga sudah membuatnya agar tak terasa eksklusif. Golongan bawah juga bisa kita layani di situ,” tegas Prof. Latief.

Melalui Tri Dharma, kita harus berusaha untuk menjalankan amanah dengan semaksimal mungkin. “Bagi Guru besar sekalipun, itu bukan berarti sebuah jabatan tertinggi. Tapi justru mendorong kita agar lebih konsentrasi dan meningkatkan pengabdian. Bagaimanapun juga, tugas itu adalah ibadah,” pesan anggota PPI yang satu ini.

Prof. Latief juga berpesan, bahwa sebisa mungkin anak didik Airlangga terus berjuang untuk maju. Tak hanya mampu menjadi insan yang berpendidikan tinggi, namun juga punya akhlak yang mulia. “Untuk Unair, saya tetap berharap agar bisa menjadi yang terbaik. Marilah kita bekerja keras, bersama memajukan Airlangga,” pungkas Prof. Latief Mooduto.

 
 

 

Warta Unair

Dies Natalis Unair Ke-60 Bagikan 6060 Bibit Tanaman Produktif Pecahkan Rekor Muri

Kampus C – WARTA UNAIR

Universitas Airlangga pada usianya yang ke-60 mendapatkan kado dari Museum Rekor Dunia Indone...

 
Read more

Agenda 26-10-2014